Pengalaman Ke Bandung Bersama Istri Tercinta
Sebelum saya bercerita pengalaman tentang perjalanan ini, perkenankan saya bercerita tentang diri saya, Medy Julistian adalah nama lengkap saya, dalam keseharian biasa dipanggil Medy, berusia 34 tahun dan bekerja di salah satu kantor Instansi Pemerintah di Jakarta, perjalanan saya ke Bandung menggunakan sepeda motor akibat macetnya perjalanan bila melalui Tol Cikampek bahkan paling cepat waktu tempuh sekitar 7-8 jam akhirnya terbersit dalam pikiran saya untuk menggunakan sepeda motor menuju ke Bandung, stasiun Jatinegara merupakan tempat awal keberangkatan, pada pukul 19.30 kami mulai berangkat menuju Bekasi, saya melalui jalan I Gusti Ngurah Rai, karena pada saat itu masih jam pulang kantor, kondisi jalan merayap sampai cakung, Alhamdulillah setelah berjuang menembus kemacetan akhirnya saya sampai di Bekasi pada pukul 20.15, saya beristirahat sejenak untuk melepaskan lelah sambil meminum kopi yang saya beli dari pedagang kopi keliling yang saat itu sedang mangkal di tempat kami beristirahat selama 15 menit, tepat pukul 20.30 kami melanjutkan perjalanan, saya sempat mengira kalau perjalanan saya sudah lancar tetapi sebelum melalui terminal Bekasi kami masih harus berjuang menembus kemacetan, tak di sangka kami terkena macet sampai pertigaan tol Cikarang, setelah berhasil menembus kemacetan akhirnya kami bisa memacu kecepatan sepeda motor kami, setibanya di SPBU di daerah Cikarang pada pukul 21.30 kami berhenti untuk isi bensin dan beristirahat sejenak sekaligus buang air kecil. Kami melanjutkan kembali perjalanan pada pukul 21.40, perjalanan lancar sekali tiada hambatan hanya ada kepadatan sekitar perempatan saja karena ada lampu merah, sekiranya pukul 23.05 kami sudah tiba di Cikampek dan kamipun berhenti disebuah warung rokok pinggir jalan dan Alhamdulillah warung tersebut menjual kopi seduh dan saya memesan kopi hitam, hangatnya kopi hitam dan sebatang rokok menambah kenikmatan istirahat saya, setelah badan terasa segar kembali kamipun melanjutkan perjalanan pada pukul 23.30, sepeda motor terus kami pacu dengan kecepatan 60 - 80 km/jam karena sebelumnya kami berfikir kalau diperjalanan antara Purwakarta ke Padalarang tidak ada SPBU kamipun akhirnya mengisi tangki sepeda motor kami sampai full mengingat jarak tempuh lumayan panjang sekitar 65 kilometer, ternyata kami salah mengira, sepanjang perjalanan kami menuju Padalarang, banyak kami temukan SPBU besar dan itupun berjarak hanya maksimal 10 KM antar SPBU perjalanan mulai terasa setelah melewati simpang Cikalong Kulon, perjalanan berliku-liku banyak tikungan tajam membutuhkan konsentrasi yang sangat tinggi serta mengasah keahlian kita mengendarai sepeda motor tak terasa setelah melewati tikungan- tikungan dan jalan yang mendaki akhirnya kami menemukan jalur rel kereta di sebelah kiri jalan, kami langsung senang karena kami sudah hampir tiba di Padalarang, akhirnya pukul 01.15 kami tiba di Padalarang dan beristirahat sejenak sambil minum air mineral dan sebatang rokok, kami berhenti hanya 10 menit, kemudian 01.25 kami lanjutkan perjalanan menuju Banjaran melalui Batujajar, sepeda motor kami pacu dengan kecepatan 50 km - 70 km/jam menembus jalan raya Soreang Cipatik dengan kondisi udara yang dingin sangat menusuk tulang, tak terasa pukul 01.55 kami sudah melintas di depan Stadion kebanggaan warga Bandung yaitu Stadion Jalak Harupat, tanpa mengurangi kecepatan sedikitpun, terus menembus udara dingin, kamipun melintas di kawasan Pemerintahan Kabupaten Bandung menuju Jalan Soreang Banjaran berselang 15 menit kamipun sudah tiba di pertigaan Kamasan lalu kami berbelok ke kanan menuju arah Pangalengan, tepat pukul 02.20 akhirnya kami tiba di rumah dengan selamat. Itulah sedikit cerita saya untuk berbagi pengalaman dengan saudara-saudara ku semua.